Minggu, 11 Juli 2010

ALTAHTAWI

AL-TAHTAWI

Rifa’ah badawi Rafi’ Al-tahtawi adalah pembawa pemikran yang besar pengaruhnya dipertengahan pertama diabad ke sembilan belas di mesir. Ia lahir pada tahun 1801 di Tahta, suatu kota yang terletak di Mesir bagian selatan, dan meninggal di Cairo pada tahun 1873. ketika berumur 16 tahun ia pergi ke Cairo untuk belajar di al_azhar. Setelah 5 tahun menuntut ilmu ia selesai dari studinya di Al-azhar pada tahun 1822.
Ia adalah murid kesayangan dari gurunya Al-Syaikh Hasan Al_’Attar yang banyak mempunyai hubungan dengan ahli-ahli ilmu pengetahuan p[rancis yang datang dengan Napoleon ke Mesir.
Syaikh Al-‘attar melihat bahwa Al-tahtawi adalah seorang pelajar yang sungguh-sungguh dan tajam pikirannya, dan oleh karena itu ia selalu memberi dorongan kepadanya untuk senantiasa menambah ilmu pengetahuan. Setelah selesai dari studi di di Al-azhar, Al-tahtawi mengajar disana selama 2 tahun kemudian diangkat menjadi imam tentara di tahun 1824. 2 tahun kemudian, ia diangkat menjadi imam mahasiswa-mahasiswa yang dikirim Muhammad ali ke paris. Ia tinggal disana selama 5 tahun. Samping tugasnya sebagai imam ia turut pula belajar. Imam-imam lainnya kurang mempergunakan kesempatan itu untuk menambah ilmu pengetahuan mereka.
Al-Tahtawi pun segera belajar bahasa prancis sewaktu ia masih dalam perjalanan ke paris. Dan di paris ia menggaji guru khusus untuk menolongnya dalam bahasa prancis. Dalam msa singkat ia menguasai bahasa itu, dan selama 5 tahun di paris ia menerjemahkan 12 buka dan risalah.
Waktu di paris banyak dipergunakannya untuk membaca buku-buku prancis dengan pertolongan gurunya antara lain buku-buku sejarah, teknik, ilmu bumi, politik dan lain-lain. Ia juga membaca buku-buku karangan Montesquieu, Voltaire, dan Rousseau.
Buku-buku yang di baca Al-Tahtawi mencakup berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Kelihatannya ia dengan sengaja membaca lapangan-lapangan yang begitu berbeda dan tidak mencurahkan perhatiannya ke suatu lapangan tertentu, karena tujuannya adalah menerjemahkan buku-buku prancis kedalam bahasa arab.
Sebaliknya di Cairo ia diangkat sebagai guru bahasa prancis dan penerjemah di sekolah kedokteran. Disini ia membimbing penerjemahan buku-buku ilmu kedokteran. Dua tahun kemudian ia pindah kesekolah Artileri untuk mengepalai penerjemahan buku-buku tentang ilmu teknik dan kemiliteran.
Di tahun 1936 didirikan sekoleh penerjemahan yang kemudian dirobah namanya menjadi Sekolah Bahasa-Bahasa Asing. Bahasa-bahasa yang diajarkan disekolah itu adalah bahasa Arab, Perancis, Turki, Persi, Italic dan juga ilmu-ilmu teknik, Sejarah dan ilmu bumi. Pimpinan sekolah ini diserahkan kepadanya.
Setelah Muhammad Ali meninggal ditahun 1848 cucunya Abbas menjadi Pasya di Mesir. Abbas, karena hal-hal yang kurang jelas, tidak senang dengan Al-Tahtawi dan ia di pindahkan ke Sudan untuk mengepalai sebuah sekolah dasar disana. Setelah Abbas wafat di tahun 1854, ia di panggil lagi ke Cairo oleh Said, Pasya yang baru. Ia di angkat menjadi kepala sekolah Militer. Disana ia pentingkan pelajaran bahasa asing dan adakan suatu bahagian khusus untuk penerjemahan. Di tahun 1863 Khedewi Ismail mengadakan Badan Penerjemahan Undang-undang Perancis dan pimpinannya diserahkan kepada Al-Tahtawi.
Sekian jauh aktivitasnya kelihatan berpusat pada penerjemahan dan mengepalai sekolah-sekolah. Al-Tahtawi memang berpendapat bahwa penerjemahan buku-buku barat kedalam bahasa arab penting, agar umat islam mengetahui ilmu-ilmu yang membawa kemajuan barat, dan dengan demikian umat islam berusaha pula memajukan diri mereka.
Di tahun 1870 di dirikan pula majalah” “ yang bertujuan memajukan bahasa arab dan menyebarkan ilmu-ilmu pengetahuan modern kepada khalayak ramai. Majalah itu mengandung tulisan-tulisan tentang sastra arqab, ilmu falaq, ilmu bumi, ilmu ahklak, ilmu tumbuh-tumbuhan, ilmu pasti dan lain-lain.
Salah satu jalan untuk kesejahteraan menurut Al-Tahtawi adalah berpegang pada agama dan budi pekerti yang baik. Untuk itu pemndidikan perlu, hal ini dijelaskan dalam buku petunjuk bagi pendidikan Putera dan Puteri. Pendidikan dasar mesti bersifat Universal dan sama bentuknya untuk segala golongan. Didikan tengah mesti mempunyai kualitas tinggi. Anak-anak perempuan mesti memperoleh didikan yang sama dengan anak laki-laki. Kaum ibu harus mempunyai didikan. Agar dapat menjadi istri yang baik dan dapat menjadi teman suami dalam kehidupan intelek dan social dan bukan hanya menjadi istri yang dapat memenuhi kebutuhan jasmani keluarganya juga agar dapat bekerja sebagai lelaki dalam batas-batas kesanggupan dan pembawaan mereka, selanjutnya agar mereka dapat melepaskan diri dari kekosongan waktu dirumah tangga dan dari kebiasaan mengobrol dengan tetangga.
Tujuan pendidikan bukanlah hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi terutama untuk membentuk rasa kepribadian dan untuk menanamkan rasa patriotisme ( )
Patriotisme adalah dasar yang kuat untuk mendorong orang mendirikan suatu masyarakat yang mempunyai peradaban. Al-Tahtawi adalah orang mesir yang pertama sekali menganjurkan patriotisme, faham bahwa seluruh dunia islam adalah tanah air tiap orang muslim telah mulai berubah tekanannya. Tanah air sekarang ditekankan artinya, pada tanah tumpah darah seseorang dan bukan seluruh dunia islam. Jadi ada dua persaudaraan, persaudaraan islam dan persaudaraan setanah air. Mana yang lebih penting id antara keduanya ini bagi Al-Tahtawi tidak jelas.
Semua ini adalah konsep baru bagi dunia islam di zaman Al-tahtawi. Persaudaraan yang di kenal orang adalah persaudaraan ke-Islaman dan tanah air adalah seluruh Negara islam dan sejarah adalah sejarah islam. Dalam konsep baru ini terdapat benih Nasionalisme.
Tadi telah di sebutkan bahwa Al-Tahtawi berpendapat bahwa kaum Ulama harus mengetahui ilmu-ilmu modern agar mereka dapat menyesuaikan syari’at dengan kebutuhan-kebutuhan modern. Ini mengandung arti bahwa Ijtihat yang telah tertutup pintunya semenjak abad kesebelas Masehi. Bagi Al-Tahtawi adalah terbuka, tetapi ia kelihatannya belum berani menyatakan pendapat ini dengan jelas dan terang-terangan. Masyarakat islam belum bias menerima pendapat yang untuk zaman itu msaih di anggap terlalu radikal.






KESIMPULAN

Rifa’ah badawi Rafi’ Al-tahtawi adalah pembawa pemikran yang besar pengaruhnya dipertengahan pertama diabad ke sembilan belas di mesir, Salah satu jalan untuk kesejahteraan menurut Al-Tahtawi adalah berpegang pada agama dan budi pekerti yang baik.

Tujuan pendidikan bukanlah hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi terutama untuk membentuk rasa kepribadian dan untuk menanamkan rasa patriotisme. Patriotisme adalah dasar yang kuat untuk mendorong orang mendirikan suatu masyarakat yang mempunyai peradaban

Sekian jauh aktivitasnya kelihatan berpusat pada penerjemahan dan mengepalai sekolah-sekolah.

MURID DAN PENGIKUT MUHAMMAD ABDUH

Yang di maksud dengan murid-murid adalah orang-orang yang sempat bergaul dan secara formal maupu informal pada Muhammad abduh. Pengikut-pengikut ialah orang-orang yang tidak sempat menjadi murid pemimpin pembaharuan itu, tetapi banyak di pengaruhi ole hide-idenya.
Di antara murid-murid terdapat ulama-ulama Al-Azhar, seperti Al-Syaikh Muhammad Bakhit, Al-Syaikh Mustafa Al-Maraghidan Al-Syaikh Ali Surur Al-Zankaluni, pengarang yang mementingkan persoalan agama, seperti Muhammad farid Wajdi dan Al-Syaikh Tantawi Jawhari, pemikir-pemikir yang mementingkan soal kemasyarakatan seperti Qasim Amir, pemimpin-pemimpin politik seperti Sa’ad Zaghlul dan Ahmad Lutfi Al-Sayyid dan sastrawan-sastrawan arabseperti Ahmad Taimur, Al-Sayyid Mustafa Lutfi Al-Manfaluti dan Muhammad Hafiz Ibrahim.
Al-Syaikh Mustafa Al-Maraghi di sebut sebagai muri Muhammad abduh yang terbesar dikalangan orang-orang Al-Azhar. Atas usaha guru ia mulanya di angkat menjadi kepalaHakim agama ( ) di sudan dan kemudian menjadi Syaikh Al-Azhar (1928 – 1930). Sewaktu memimpin Al-Azhar ia berusaha meneruskan usaha guru untuk mengadakan pembaharuan-pembaharuan di Universitas tersebut.
Muhammad Farid Wajdi banyak membaca dan mengarang untuk membela islam terhadap serangan-serangan dari luar. Salah satu bukunya bernama Al-Madaniahwa Al-Islam (peradaban modern dan islam) dan didalamnya ia menjelaskan bahwa orang barat menilai islam dari praktek-praktek umat islam, yang berada di bawah kekuasaan mereka.
Dalam uraian-uraian Farid di atas pengarang Arabic Thought in the Liberal Age, melihat bahwa murid telah pergi lebih jauh dari Muhammad Abduh. Kalau dalam pendapat guru “pendapat-pendapat yang sejati sesuai dengan ajaran-ajaran islam,” bagi murid keadaanya menjadi terbalik “islam sejati sesuai dengan peradaban” kalau bagi guru criteria adalah islam, bagi murid criteria adalah peradaban.
Qasim Amin adalah seorang ahli hokum yang belajar di Perancis dan mempunyai hubungan persahabatan yang erat dengan Muhammad Abduh. Menurut guru, wanita dalam islam sebenarnya mempunyai kedudukan tinggi , tetapi adapt-istiadat yang berasal dari luar islam merobah hal itu sehingga wanita islam akhirnya mempunyai kedudukan rendah dalam masyarakat.
Ide inilah yang di kupas Qasim dalam bukunya Tahrir Al-Mar’ah (Emansipasi Wanita). Menurut pendapatnya umat islam mundur karena kaum wanita, yang di Mesir merupakan setengah dari penduduk, tidak pernah memperoleh pendidikan sekolah. Pendidikan wanita perlu bukan hanya agar mereka dapat mengatur rumah tangga dengan baik, tapi lebih dari itu untuk dapat memberikan didikan dasar bagi anak-anak.
Ide Qasim Amin yang banyak menimbulkan reaksi di zamannya ialah pendapat bahwa penutup wajah wanita bukanlah ajaran islam. Tidak terdapat di dalam Al-Qur’an dan Hadis ajaran yang mengatakan bahwa wajah wanita merupakan aurat dan oleh itu harus di tutup.
Setelah Ahmad Abduh kembali dari pembuangan ia menjadi murid dari pengikutnya yang setia. Guru pernah mengangkatnya sebagai pembantu dalam memimpin, majallah resmi Mesir Al-Waqa’I’ Al-Misriah. Sa’ad Zaghlul juga pernah bekerja sebagai pengacara dan hakim. Untuk memperdalam pengetahuannya tentang hokum barat ia memasuki Perguruan Tinggi Hukum Perancis di Cairo.
Kemudian ia tertarik lagi pada persoalan politik dan mulai menggabungkan diri dengan kalalangan-kalangan politik di Mesir. Namanya mulai di kenal dan pada tahun 1896, ia kawin dengan putrid perdana mentri mesir yang ada pada waktu itu.
Kariernya dalam politik meningkat, ketika ia di angkat menjadi menteri pendidikan. Tidak berapa lama kemudian ia dipindahkan untuk memimpin kementrian yang lebih penting yaitu Kementrian Kehakiman. Dalam pemilihan 1913, ia mencalonkan diri dan memperoleh kemenangan dalam pemilihan itu. Ia di angkat menjadi Wakil Ketua DPR, di masa perang dunia 1 kegiatan DPR di hentikan dan kegiatan politik Sa’ad Zaghlul berhenti buat sementara.
Tujuan politik Muhammad Abduh adalah mewujudkan ide guru yaitu membatasi kekuasaan otokrasi Khedewi (Sultan) mesir dan melepaskan mesir dari kekuasaan Inggris.
Sasaran politik utama dari Sa’ad Zaghlul bukan lagi pemerintah Khedewi, tetapi kekuasaan Inggris di Mesir.tujuan utamanya adalah kemerdekaan Mesir.
Untuk kemajuan Mesir, pembaharuan dalam pendidikan dan hokum perlu di adakan. Pendidikan mesti terbuka bagi semua orang, termasuk fakir miskin. Jumlah sekolah ia perbanyak. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar secara berangsur ia tukar dengan bahasa Arab. Dalam bidang hokum ia dirikan Perguruan Tinggi Hakim Agama. Tujuan perguruan ini adalah memberikan pendidikan-pendidikan modern bagi calomn-calon hakim agama.
Muhammad abduh banyak membaca buku-buku karangan filosof barat, yang berkesan ke dalam jiwanya dari pembacaan buku-buku barat itu ialah ide kemerdekaan dan kebebasan dalam berfikir dan dalam hidup kemasyarakatan dari ikatan-ikatan politik yang berlebih-lebihan. Negara yang menjadi idaman ialah Negara yang bercorak liberal. Negara yang di pimpin oleh seorang raja yang absolute ia tentang. Dalam Negara mesti ada kebebasan mengeluarkan pendapat baik dalam tulisan maupun lisan. Negara berkewajiban menegakkan keadilan memelihara ketertiban umum dan membela warga Negara terhadap serangan dari luar. Hanya untuk keperluan tiga hal ini, hak dan kebebasan warga Negara dapat di batasi.
Ide ini timbul sebagai tantangan terhadap pemerintah absolud yang sejak lama terdapat di mesir. Pemerintah absolute itulah yang merusak jiwa dan moral rakyat mesir, jiwa lemah selalu patuh dan suka memuja orang yang berkuasa. Dengan demikian hubungan antara penguasa dan rakyat menjadi hubungan tuan dan budak. Kesatuan nasional sebagai akibatnya menjadi lemah.
Untuk memperoleh kemerdekaan, Lutfi Al-Sayyid berpendapat bahwa jalannya bukanlah menentang Inggris, tetapi bekerja sama dengan Inggris . tetapi bekerja sama dengan inggris. Mesir masih terlalu lemah untuk melawan kekuasaan yang begitu besar. Kemerdekaan akan di peroleh secara berangsur-angsur. Jalan ini lebih aman bagi Mesir. Mesir harus terlebih dahulu memperkuat diri dengan memperkembangkan perindustrian, memperbaiki ekonomi dan meningkat kan pendidikan.
Berlainan dengan guru, murid sudah jarang mengikatkan diri kepada agama dalam memajukan pemikiran-pemikiran tentang pembaharuan. Pendidikan yang berlainan kelihatannya yang menimbulkan perbedaan sikap antara murid dan guru. Tetapi bagaimanapun Lutfi tidak seluruhnya melepaskan diri dari ikatan agama.
Ali ‘Abd, Al-raziq adalah putra dari seorang sahabat Muhammad Abduh tetapi karena masih kecil tidak sempat menjadi muridnya. Setelah selesai dari pelajaran di Al-Azhar, ali meneruskan studi di Oxford. Di sana ia banyak membaca dan mempelajari ide-ide barat.
Pendapat liberal yang di majukan oleh Ali, ini mendapat kritik dan tantangan yang keras dari berbagai golongan umat islam yang ada pada waktu itu. Rasyid Rida, murid yang terdekat dengan Muhammad Abduh mempertahankan system khalifah dan memandang pendapat Ali itu akan memperlemah umat islam.
Tantangan yang keras datang dari Al-Ahzar. Dalam rapat Majelis Ulama Besar yang di hadiri oleh anggota-anggotanya di putuskan bahwa buku itu mengandung pendapat yang bertentangan dengan ajaran islam. Pendapat yang demikian tidak mungkin keluar dari seorang islam, apalagi dari seorang ulama. Ali tak dapat di akui lagi sebagai seorang ulama, dan namanya di hapus dari Al-Azhar. Selanjutnya ia di pecat pula dari jabatan hakim agama yang di pegangnya.
Taha Husein juga berasal dari keluarga petani dan di masa kecil mendapat penyakit yang membuat ia kehilangan penglihatan selamanya. Setelah selesai dari Madrasah ia di kirim ke Al-Azhar untuk meneruskan pelajarannya. Dan disini ia bertemu dengan ide-ide Muhammad Abduh dan murid-muridnya. Ia banyak mengarang dalam bidang sastra arab jahilliah. Seperti yang terdapat dalam buku-buku, bukanlah sebenarnya sastra arab jahilliah, tetapi karangan-karangan yang timbul sesudah islam. Ia mendapat kritik dan tantangan keras, karena ide itu menghancurkan dasar keyakinan pada keorisinilan syair jahilliah, dan kalau di terapkan pada hal-hal yang langsung bersangkutan dengan agama, akan merusak keyakinan orang terhadap islam. Ia ingin supaya Mesir maju dan modern seperti eropa. Ia berpendapat bahwa untuk itu Mesir mesti mengikuti jejak Eropa. Dan soal ini mudah bagi mesir. Taha Husein juga menganut faham nasionalisme Mesir. Dalam kesatuan nasional ini ia melihat islam mempunyai peranan penting. Oleh karena itu ia berpendapat supaya islam di ajarkan di sekolah-sekolah sebagai agama nasional.

BIO



HERDIAN
MARLO,. CITY
01-02-1988





JIKA ANDA MEMBUAT SESEORANG BAHAGIA HARI INI, ANDA JUGA MEMBUAT DIA BERBAHAGIA DUA PULUH TAHUN LAGI, SAAT IA MENGENANG PERISTIWA ITU.
If you make someone happy today, you also make him happy twenty years from now, when he remembered the incident.

KEBAHAGIAAN TERGANTUNG PADA APA YANG DAPAT ANDA BERIKAN, BUKAN PADA APA YANG DAPAT ANDA PEROLEH.
Happiness depends on what you can give, not on what you can get.

HANYA MEREKA YANG BERANI GAGAL DAPAT MERAIH KEBERHASILAN.
Only those who dare to fail can achieve success.

PUISI
RASA INGIN HILANG INGATAN
Akuw terluka. .ketika kauw mengabaikan kuw.semua memang bukan salah muw.kauw begitu,karna kauw tak pernah mencintai kuw.harus nya akuw menampar diri kuw.untuk menyadarkan kuw.kauw tak mencintai,tak menyayangi,tak menginginkan,tak peduli kan akuw.tp,merekalah yg kauw mau.akuw bukan sapa2 bagi muw.hingga saat kauw akan pergi.akuw menanti mati.maaf,tlah meng0t0ri hidup muw.dgn cinta kuw.akuw memang apa adanya.dan pantas kauw abaikan.suatu saat nanti,kauw pasti rasa.bagaimana MENCINTAI 0RANG yg tidak MENCINTAI kita.dan,akuw telah lenyap.bersama HASRAT ini.berbahagialah dgn KEKASIHMU mu

ketrampilandasarmengajar






KETRAMPILAN MENJELASKAN BERTANYA
DAN MEMBERIKAN PENGUATAN

A. MENJELASKAN
Menjelaskan adalah mendiskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan,, fakta dan data yang sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Terdapat beberapa prisnsip yang harus di perhatikan dalam memberikan suatu penjelasan.
1. Penjelasan dapat di berikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah, maupun di akhir pembelajaran.
2. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standard an kompetensi dasar.
3. Penjelasan dapat di berikan untuk menjawab pertanyaan peserta didika atau menjelaskan materi standar yang sudah di rencanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.
4. Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
5. Penjelasan yang di berikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.
Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus di perhatikan. Kemponen-komponen tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut:
a. Perencanaan
pendidik perlu membuat suatu perencanaan yang baik untuk memberikan penjelasan. Sedikitnya ada dua hal yang perlu di perhatikan dalam perencanaan penjelasan yaitu isi pesan yang akan di sampaikan dan peserta didik.
b. Penyajian
Agar penjelasan yang di berikan dapat di pahami sesuai denga tujuan yang di harapkan, dalam penyajian perlu di perhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahasa yang di ucapkan harus jelas dan enak di dengar, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan, tapi dapat di dengar oleh seluruh peserta didik.
2. Gunaka intonasi sesuai dengan materi yang di jelaskan.
3. Dunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta hindarkan kata-kata yang tidak perlu seperti”eu”, “mm”, “ya ya ya”, “ya toh” (hal ini perlu di latih dan di biasakan).
4. Bila ada istilah-istilah khusu atau baru, berilah definisi yang tepat.
5. Perhatikan, apakah semua peserta didik dapat menerima penjelasan, dan apakah penjelasan yang diberikan dapat di pahami serta menyenangkan dan dapat membengkitkan motivasi belajar mereka.

B. MENGGUNAKAN KETRAMPILAN BERTANYA
Ketrampilan bertanya sangat perlu di kuasai pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hamper dalam setiap tahap pembelajaran pendidik di tuntut untuk mengajukan pertanyaan dan kualitas pertanyaan yang di ajukan pendidik akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
Ketrampilan bertanya yang perlu di kuasai pendidik meliputi ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjutan.
1. Ketrampilan Bertanya Dasar
Ketrampilan bertanya dasar mencakup pertanyaan yang jelas dan singkat, pemberian acuan, pemusatan perhatian, pemindahan giliran, penyebaran pertanyaan ( keseluruh kelas peserta didik tertentu, dank e peserta didik lain untuk menanggapi jawaban), pemberian waktu berfikir, pemberian tuntunan, (dapat dilakukan dengan mengungkapkan pertanyaan dengan cara lain, menanyakan dengan pertanyaan yang lebih sederhana, dan mengulangi penjelasan sebelumnya.
a. Pertanyaan Yang Jelas Dan Singkat
pertanyaan perlu di susun secara jelas dan singkat, serta harus memperhitungkan kemampuan berfikir dan perbendaharaan kata yang di kuasai peserta didik.


b. Memberi Acuan
Dalam pembelajaran di kelas, sebelum mengajukan pertanyaan, mungkin pendidik perlu memberikan acuan berupa pertanyaan atau penjelasan singkat berisi informasi sesuai dengan jawaban yang di harapkan.
c. Memusatkan Perhatian
Pertanyaan dapat di gunakan untuk memusatkan perhatian peserta didik, di samping pemusatan perhatian dapat juga dilakukan dengan mengetuk meja, mengetuk papan tulis, dan tepuk tangan.
d. Memberi Giliran, Dan Menyebarkan Pertanyaan
Pendidik hendaknya berusaha agar semua peserta didikmendapat giliran dalam menjawab pertanyaan. Pemberian giliran dalam menjawab pertanyaan, selain untuk melibatkan peserta didik secara maksimal dalam pembelajaran, juga untuk menumbuhkan keberanian peserta didik, serta untuk menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan.
e. Pemnberian Kesempatan Berfikir
Seperti telah di kemukakan, setelah pendidik mengajukan pertanyaan kepada seluruh peserta didik, perlu memberikan kesempatan berfikir dalam beberapa saat sebelum menunjuk seseorang untuk menjawabnya. Kesempatan berfikir di perlukan agar peserta didik dapat merumuskan dan menyusun jawaban.
f. Pemberian Tuntunan
Dalam menjawab pertanyaan, mungkin peserta didik tidak dapat memberikan jawaban yang tidak tepat, dalam hal ini hendaknya pendidik memberikan tuntunan menuju suatu jawaban yang tepat. Hal ini dapat di lakukan sebagai berikut:
• mengulangi pertanyaan denga cara lain, dan bahasan yang lebih sederhana, serta susunan kata yang lebih mudah di pahami peserta didik.
• Menawarkan pertanyaan lain yang lebih sederhana, dengan jawaban yang dapat menuntun peserta didik menemukan jawaban pertanyaan semula.
2. Ketrampilan Bertanya Lanjutan
Ketrampilan bertanya lanjutan merupakan kelanjutan dari ketrampilan bertanya dasar. Ketrampilan bertanya lanjutan yang perlu di kuasai pendidik meliputi : pengubahan tuntunan tingkat kognitif, pengaturan urutan pertanyaan, pertanyaan pelacak, dan peningkatan terjadinya interaksi.
a. Pengubahan Tuntunan Tingkat Kognitif
Pertanyaan yang di ajukan dapat mengundang proses mental yang berbeda-beda, bergantung pada pendidik dalam mengajukan pertanyaan, dan kemampuan peserta didik.
b. Pengaturan Urutan Pertanyaan
Pertanyaan yang di ajukan hendaknya mulai dari yang sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan.
c. Pertanyaan Pelacak
Pertanyaan pelacak di berikan jika jawaban yang di berikan peserta didik kurang tepat. Sedikitnya ada tujuh teknik pertanyaan pelacak, yaitu: klarifikasi, meminta peserta didik memberikan alasan, meminta kesepakatan pandangan, meminta ketepatan jawaban, meminta jawaban yang lebih relevan, meminta contoh, dan meminta jawaban yang lebih kompleks.
d. Mendorong Terjadinya Interaksi
Untuk mendorong terjadinya interaksi, sedikitnya perlu memperhatikan dua hal sebagai berikut:
• Pertanyaan hendaknya di jawab oleh seorang pesert didik, tetapi seluruh peserta didik di beri kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya.
• Pendidik hendaknya menjadi dinding pemantul.



C. MEMBERI PENGUATAN
Penguatan (Reinforcement) merupakan respon terhadap suatu prilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali prilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal, dan non verbal, dengan prinsip kehangatan, keantusiasan, kebermaknaan, dan menghindari penggunaan respon yang negatif. Penguatan bertujuan untuk:
1. Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran.
2. Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar.
3. Meningkatkan kegiatan belajar, dan membina prilaku yang produktif.
Hal yang harus di perhatikan pendidik dalam memberi penguatan:
1. Penguatan harus di berikan dengan sungguh-sungguh.
2. Penguatan yang di berikan harus memiliki makna yang sesuai dengan kompetensi yang di beri penguatan.
3. Hindarkan respon negative terhadap jawaban peserta didik.
4. Penguatan harus di lakukan segera setelah suatu kompetensi di tampilkan.
5. Penguatan yang di berikan hendaknya bervariasi.

psikologibelajar

BAB I
PENDAHULUAN

Apakah Psikologi Itu......... ?
Menurut arti kata-katanya, maka psikologi sering diterjemahkan menjadi ilmu jiwa, yakni dari kata : Psyce yang berarti jiwa, dan logos yang berarti ilmu. Sebenarnya terjemahan tersebut kurang tepat, karena bertitik tolak pada pandangan dualisme manusia yang menganggap manusia itu terdiri dari dua bagian yaitu jasmani dan rohani.
Seolah-olah kalau kita mendengar kata “ilmu jiwa” maka terbayang pada kita bahwa yang dipelajari oleh ilmu itu adalah sesuatu yang tidak kelihatan, yang abstrak, yang berada dalam diri manusia atau makhluk hidup yang lain. Segala sesuatu yang kelihatan yang bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak menjadi persoalan.
Pandangan atau bayangan yang demikian adalah tidak benar/keliru, psikologi adalah ilmu yang ingin mempelajari manusia, manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmani dan rohani. Manusia sebagai individu. R.S. Woodworth memberi batasan pada psikologi.
Apa yang hendak diselidiki oleh psikologi adalah segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang apa sebenarnya manusia itu. Mengapa ia berbuat/berlaku demikian, apa maksud dan tujuannya. Ia berbuat demikian, dengan singkat dapat kita katakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari timgkah laku manusia. Tentu saja kata tingkah laku disini harus diartikan secara luas.
Crow memberikan batasan tentang psikologi , dari batasan tersebut jelas bahwa yang dipelajari oleh psikologi adalah tingkah laku manusia yakni interaksi antara manusia dengan dunia sekitarnya baik yang berupa manusia lain (humanreltionship) maupun yang bukan manusia. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup terutama tingkah laku manusia.


BAB II
PEMBAHASAN


1. PENGERTIAN PSIKOLOGI SECARA UMUM

Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Namun pengertian antara ilmu jiwa dan psikologi sebenarnya berbeda atau tidak sama (menurut Gerungan) karena :
• Ilmu jiwa adalah : ilmu jiwa secara luas termasuk khalayan dan spekulasi tentang jiwa itu.
• Ilmu psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah
'Psikologi' didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental organisme. Tiga idea penting dalam definisi ini ialah; 'saintifik', tingkahlaku' dan 'proses mental'. Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti prosedur yang sistematik. Walau pun kaedah saintifik diikuti, ahli-ahli psikologi perlu membuat pelbagai inferen atau tafsiran berdasarkan temuan yang diperoleh. Ini dikarenakan subjek yang dikaji adalah hewan dan manusia dan tidak seperti sesuatu sel (seperti dalam kajian biologi) atau bahan kimia (seperti dalam kajian kimia) yang secara perbandingan lebih stabil. Manakala mengkaji tingkah laku hewan atau manusia memang sukar dan perlu kerap membuat inferen atau tafsiran

Perbedaan Antara Jiwa Dan Nyawa
Pengertian jiwa dengan nyawa adalah berbeda. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah (organic behavior) yiatu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar, misal : insting, refelks, nafsu dan sebaginya
Sedang jiwa adalah : daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi hingga manusia. Perbuatan pribadi adalah perbuatan sebagai hasil proses belajar yang dimungkinkan oleh keadaan jasmani, rohaniah dan sosial.
Menurut Aristoteles, jiwa disebut sebagi anima yang terbagi dalam tiga macam jenis yaitu :
1. anima vegetativa, yaitu anima yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk makan, minum dan berkembang biak
2. anima sensitiva, yaitu anima yang terdapat dalam hewan. Anima ini memiliki kemampuan seperti anima vegetativa juga kemampuan untuk berpindah tempat, mempunyai nafsu, dapat mengamati, mengingat dan merasakan
3. anima intelektiva, anima yang terdapat dalam diri manusia. Selain memiliki kemampuan seperti anima sensitiva juga mempunyai kemampuan berpikir dan berkemauanan

2. OBJEK PSIKOLOGI DAN MACAM-MACAMNYA
Di muka telah dikatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang berusaha menyelidiki manusia, jadi yang menjadi objek dari pada psikologi adalah manusia. Karena sifat-sifat manusia yang sangat kompleks dan unik, maka objek psikologi biasanya dibedakan menjadi dua macam:
a. objek material
yakni objek yang dipandang secara keseluruhannya, adapun objek material dari psikologi adalah manusia. Manusia disamping manjadi objek psikologi, juga menjadi objek bagi ilmu-ilmu lain.
b. objek formal
jika dipandang menurut aspek mana yang dipentingkan dalam penyelidikan psikologi itu dalam hal ini maka objek formal dalam psikologi adalah berbeda-beda menurut perubahan zaman dan pandangan para ahli masing-masing.
Jelaslah kiranya sekarang, bahwa jika dilihat dari bermacam-macamnay apa yang menjadi objek formal dari pada psikologi manusia benar-benar merupakan suatu yang kompleks sifatnya, itulah pula sebabnya maka ditinjau dati perkembangannya dari semula sampai sekarang psikologi telah berkembang sedemikian pesatnya, sehingga kita mengenal bermacam-macam psikologi.
Secara sistemati, macam-macam psikologi itu dapat kita susun sebagai berikut:
1. psikologi metafisika
2. psikologi empiri
psikologi empiri dapat dibagi lagi atas :
a. psikologi umum
b. psikologi khusus

3. HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU YANG LAIN

1. Hubungan Psikologi dengan filsafat
Pada awalnya ilmu psikologi adalah bagian dari ilmu filsafat , tetapi kemudian memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yg mandiri . Meskipun psikologi memisahkan diri dari filsafat , namau psikologi masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat , karena kedua ilmu ini memiliki ilmu obyek yang sama yaitu manusia sebagai makhluk hidup . Namun berbeda dalam pengkajiannya .
Dalam ilmu psikologi , yang dipelajari dari manusia adalah mengenai jiwa / mental , tetapi tidak dipelajari scr langsung karena bersifat abstrak dan membatasi pd manifestasi dan ekspresi dari jiwa / mental tsb , yakni berupa tingkah laku dan proses kegiatannya Sedangkan dalam ilmu filsafat yang dibicarakan adalah mengenai hakikat dan kodrat manusia serta tujuan hidup manusia .
Sehingga ilmu psikologi dan filsafat terdapat suatu hubungan yang timbal balik dan saling melengkapi antara keduanya.

2. Hubungan Psikologi dengan Biologi
Biologi sebagai ilmu yang mempelajari tntang kehidupan, semua benda yang hidup menjadi obyek biologi, dan cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung didalamnya. Baik psikologi dan biologi sama-sama membicarakan manusia. Sekalipun masing-masing ilmu tersebut meninjau dari sudut yang berlainan, namun dati segi-segi tertentu kedua ilmu itu ada titik-titik pertemuan. Biologi maupun psikologi mempelajari perihal proses-proses kejiwaan.
Seperti telah dikemukakan diatas, bahwa disamping adanya hal yang sama-sama dipelajari oleh kedua ilmi tersebut, misalnya soal keturunan. Ditinjau dari segi biologi adalah hal yang berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi lain. Soal keturunan juga dibahas oleh psikologi, misalnya tentang sifat, intelegensi, dan bakat. Karena itu kurang sempurna kalau kita mempelajari psikologi tanpa mempelajari biologi.

2. Hubungan Psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu pegetahuan alam mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan psikologi. Dengan memisahkan diri dari filsafat, ilmu pengetahuan alam mengalami kemajuan yang cukup cepat, hingga ilmu pengetahuan alam menjadi contoh bagi perkembangan ilmu-ilmu lain, termasuk psikologi, khususnya metode ilmu pengetahuan mempengaruhi perkembangan metode dalam psikologi. Karenanya sebagian ahli berpendapat, kalau psikologi ingin mendapatkan kemajuan haruslah mengikuti cara kerja yang ditempuh oleh ilmu pengetahuan alam. Psikologi merupakan ilmu yang berdiri sendiri terlepas dari filsafat, walaupun pada akhirnya, metode ilmu pengetahuan alam tidak seluruhnya digunakan dalam lapangan psikologi. Oleh karena perbedaan dalam obyeknya. Sebab ilmu pengetahuan alam berobyekkan pada benda-benda mati. Sedangkan psikologi berobyekan pada manusia hidup, sebagai makhluk yang dinamik, berkebudayaan, tumbuh, berkembang dan dapat berubah setiap saat.
Sebagaimana diungkapkan diatas bahwa psikologi menyelidiki dan mempelajari manusia sebagai makhluk dinamis yang bersifat kompleks, maka psikologi harus bekerja sama dengan ilmu-ilmu lain. Tapi sebaliknya, setiap cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia akan kurang sempurna apabila tidak mengambil pelajaran dari psikologi. Dengan demikian akan terjadi hubungan timbal balik.

3. Hubungan Psikologi dengan Sosiologi
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia, mempelajari manusia dalam hidup bermasyarakat. Obyek dari sosiologi adalah adalah manusia. Sehingga antara psikologi dengan sosiologi sangat berhubungan. Dan tidak mengherankan jika suatu waktu ada titik pertemuan dalam meninjau manusia, misalnya soal tingkah laku. Tinjauan sosiologi yang penting adalah hidup bermasyarakat. Sedangkan tinjauan psikologi adalah tingkah laku sebagai manifestasi hidup kejiwaan yang didorong oleh motif tertentu yang membat manusia bertingkah laku/berbuat. Psikologi dengan sosiologi mempunyaianalisis kemasyarakatan yakni menggunakan faktor-faktor secara luas untuk menjelaskan perilaku sosial. Salah satu contohnya dalam hal pergaulan hidup yang terdiri dari beberapa golongan seperti suku bangsa, keluarga, perhimpunan, kelas, dll.
Sementara bidang studi lain dari psikologi yang tertarik pada keunikan dari perilaku individu adalah psikologi kepribadian. Pendekatan psikologi kepribadian adalah membandingkan masing-masing orang. Sementara pendekatan psikologi dengan sosiologi adalah mengidentifikasikan respon dari sebagian besar orang dalam suatu situasi dan meneliti bagaimana situasi itu mempengaruhi respon tersebut.
Psikologi dengan sosiologi lebih berpusat pada usaha memahami bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi sosial yang terjadi. Dan mempelajari perasaan subyektif yang biasa muncul dalam situasi sosial tertentu, dan bagaimana perasaan itu mempengaruhi perilaku seseorang. Sebagai contoh, salah satu prinsip dasar psikologi dengan sosiologi adalah bahwa situasi frustasi akan membuat orang marah, yang kemungkinan besar timbulnya mereka melakukan perilaku agresi, yang merupakan penjelasan alternative mengenai sebab timbulnya kejahatan. Dan kita semua menyadari bahwa tingkah laku manusia tidak dapat terlepas dari keadaan sekitar, sehingga tidaklah sempurna jika meninjau manusia berdiri sendiri dan terlepas dari masyarakat yang melatarbelakanginya.

4. Hubungan Psikologi dengan Paedagodiek
Kedua ilmu ini hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain, oleh katena mempunyai hubungan timbal balik . Paedogiek sebagai ilmu ilmu yang bertujuan untuk memberikan bimbingan hidup manusia sejak dari lahir sampai mati tidak akn sukses, bilamana tidak dapat mendasarkan diri kpd psikologi, yang tugasnya memang memang menunjukkan perkembangan hidup manusia sepanjang masa, bahkan ciri dan wataknya serta kepribadiannya pun ditunjjukkan oleh psikologi.

5. Hubungan Psikologi dengan Agama
Psikologi dengan agama merupakan dua hal yang berhubungan erat. Mengingat agama sendiri diturunkan kepada umat manusia dengan dasar-dasar yang disesuaikan oleh kondisi psikologi dan situasi psikologi. Tanpa dasar, agama akan sulit diterima oleh manusia. Karena didalam agama mengajarkan tentang bagaimana agar manusia tanpa paksaan bersedia menjadi seorang hamba yang patuh dan taat pada ajaran agama.
Dalam agama, penuh dengan unsur-unsur paedagogis yang merupakan essensi pokok dari tujuan agama yang diturunkan oleh tuhan kepada manusia. Unsur paedagogis dalam agama tidak mempengaruhi manusia kecuali bila disampaikan sesuai petunjuk psikologis.
Setiap orang dapat menghayati perasaan keagamaan dirinya dan dapat meneliti keberagaman orang lain. Makna agama dalam psikologis pasti berbeda-beda pada tiap orang. Bagi sebagian orang, agama adalah ritual ibadah, seperti sholat dan puasa. Bagi agama lain adalah pengabdian kepada sesama makhluk atau pengorbanan untuk suatu keyakinan.
Hubungan psikologi dengan agama mempelajari psikis manusia dalam hubungannya dengan manifestasi keagamaan, yaitu kesadaran agama dan pengalaman agama. Kesadaran agama hadir dalam pikiran dan dapat dikaji dengan intropeksi. Pengalaman agama sendiri merupakan perasaan yang hadir dalam keyakinan sebagai buah dari amal keagamaan semisal melazimkan dzikir. Jadi obyek studinya dapat berupa gejala-gejala psikis manusia yang berkaitan dengan tingkah laku keagamaan dan proses hubungan antara psikis manusia dengan tingkah laku keagamaan.
Antara psikologi dengan agama tidak bermaksud untuk melakukan penelitian/kritik terhadap ajaran agama tertentu, tapi semata untuk memahami dan melukiskan tingkah laku keagamaan sebagai ekspresi dalam alam pikiran, perasaan, dan sebagainya akibat adanya keyakinan agama tertentu. Contoh bahwa psikologi dengan agama mempunyai hubungan erat dalam memberikan bimbingan manusia adalah jika manusia melanggar norma-norma agama dipandang dosa. Perasaan berdosa inilah yang mengakibatkan perasaan nestapa dalam dirinya meskipun tidak diberikan hukuman lahiriyah. Psikologi memandang bahwa orang yang berdosa telah menghukum dirinya sendiri karena berbuat pelanggaran. Jiwa mereka tertekan dan dihantui perasaan besalah. Dan bila yang bersangkutan tidak dapat mensublimasikan perasaannya, akan mengakibatkan semacam penyakit jiwa yang merugikan dirinya sendiri. Dalam hal demikian itulah penuduk agama sangat diperlukan untuk memberikan jalan sublimatif serta katharisasi mengingat hubungan antara keduanya.
Hubungan psikologi dengan filsafat : sama – sama membicarakan soal hakikat kodrat manusia, ujuan hidup manusia dan menyagkut maluhur serta tujuan dari ilmu pengetahuan .
Hubungan psikologi dengan IPA : bahwa metode kedua disiplin ilmu ilmu tersebut memiliki ilmu keterdukungan dari segala hal , walaupun berbeda obyek .
Hubungan psikologi dg biologi : sama – sama memberikan manusia . Dan keduanya bisa dijelaskan pada salah satu sisi . Misalnya : soal keturunan, dsb. Sebab psikologi terbatas pada hubungan psikologi dengan sosiologi : bahwa psikologi mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam situasi – situasi sosial yang mana ini juga dipelajari sosiologi .
Psikologi dengan paedagogiek : ternyata psikologi dapat menunjukkan perkembangan kepribadian seseorang yang menjadi dasar bimbingan ilmu paedagogiek .
Hubungan Psikologi dengan agama : agama telah mengatakan bahwa kesalahan adalah dosa suatu karena melanggar norma – norma dan hukum – hukum yang ada dan ini dapat mengganggu psikis seseorang .

4. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Mengingat bahwa psikologi pendidikan ilmu yang memusatkan dirinya pada penemuan dan aplikasi prinsip-prinsip dan teknik-teknik psikologi kedalam pendidikan, maka ruang lingkup psikologi mencakup topic-topik psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan.
Disamping apa yang telah dilakukan pintner dalam kutipan diatas, Crow & Crow secara eksplisit mengemukakan : psikologi pendidikan sebagai ilmu terapan.
Sesuai dengan pendapatnya itu, Crow & Crow mengemukakan bahwa data yang dicoba didapatkan oleh psikologi pendidikan, yang dengan demikian merupakan ruang lingkup psikologi pendidikan.
Untuk memperkaya pandangan kita tentang ruang lingkup psikologi pendidikan, didalam buku Good and Brophy menguraikan tentang psikologi pendidikan menjadi 6 bagian yang terdiri dari :
Bagian 1 : menguraikan tentang psikologi dalam hubungannya dengan tugas guru.
Bagian 2 : manajemen kelas
Bagian 3 : menguraikan masalah belajar.
Bagian 4 : pertumbuhan, perkembangan dan pendidikan
Bagian 5 : mengenai motivasi
Bagian6 : prinsip-prinsip evaluasi dan pengawasan.
Dari apa yang telah diuraikan diatas, jelas betapa luas bidang garapan yang tercakup dalam psikologi pendidikan itu, namun demikian, untuk memudahkan penguasaan bagi para mahasiswa, bidang garapan yang sangat luas itu kemudian dibagi lagi menjadi beberapa mata kuliah. Dengan demikian untuk keperluan praktis kita masih harus membedakan pengertian psikologi pendidikan sebagai disiplin ilmu dengan psikologi pendidikan sebagai suatu mata kuliah.

5. MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI BELAJAR

Bagi seorang guru, yang tugas utamanya adalah mengajar, sangat penting memahami psikologi belajar. kegiatan pembelajaran, termasuk pembelajaran pendidikan agama Islam, sarat dengan muatan psikologis. mengabaikan aspek – aspek psikologis dalam proses pembelajaran akan berakibat kegagalan, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Beberapa peran penting psikologi dalam proses pembelajaran adalah :
1. memahami siswa sebagai pelajar, meliputi perkembangannya, tabiat, kemampuan, kecerdasan, motivasi, minat, fisik, pengalaman, kepribadian, dan lain-lain
2. memahami prinsip – prinsip dan teori pembelaaran
3. memilih memetode – metode pembelajaran dan pengajaran
4. menetapkan tujuan pembelajaran dan pengajaran
5. menciptaka situasi pembelajaran dan pengajaran yang kondusif
6. memilih dan menetapkan isi pengajaran
7. membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar
8. memilih alat Bantu pembelajaran dan pengajaran
9. menilai hasil pembelajaran dan pengajaran
10. memahami dan mengembangkan kepribadian dsan profesi guru
11. membimbing perkembangan siswa

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa antara proses perkembangan dengan proses belajar mengajar memiliki keterkaitan. Sehubungan dengan ini, setiap guru sekolah selayaknya memahami seluruh proses dan perkembangan manusia, khususnya siswa. Pengetahuan mengenai proses dan perkembangan dan segala aspeknya itu sangat bermanfaat, antara lain :
a. guru dapat memberikan layanan dan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada siswa dengan pendekatan yang relefan denga tingakat perkembangannya
b. guru dapat mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan timbulnya kesulitan belajar siswa tertentu
c. guru dapat memertimbangkan waktu yang tepat dlam memulai aktifitas proses belajar mengajar bidang studi tertentu
d. guru dapat menemukan dan menetapkan tujuan – tujuan pengajaran sesuai dengan kemampuan psikologisnya
Dari beberapa peranan psikologi belajar di atas, dapat kita khususkan sebagai berikut :
a. psikologi belajar memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan guru atau calon guru yang professional
b. pengetahuan tentang psikologi belajar diharapkan mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar
c. pengetahuan tentang psikologi belajar memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
d. pengetahuan tentang psikologi belajar membantu mencipatakan suasana edukatif dan efektif






KESIMPULAN

Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”
Objek kajian psikologi di bagi menjadi 2 yaitu objek material dan objek formal
Psikologi terbagi atas :psikologi metafisika, psikologi empiri dan, psikologi empiri dapat dibagi lagi atas : psikologi umum, psikologi khusus
Pengertian jiwa dengan nyawa adalah berbeda. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah (organic behavior) yiatu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar, misal : insting, refelks, nafsu dan sebaginya
Sedang jiwa adalah : daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi hingga manusia. Perbuatan pribadi adalah perbuatan sebagai hasil proses belajar yang dimungkinkan oleh keadaan jasmani, rohaniah dan sosial.
Psikologi sangat erat hubungannya dengan ilmu-ilmu lain seperti : filsafat, Biologi, Ilmu Pengetahuan Alam, sosiologi, paedagogik dan agama
Manfaat mempelajari psikologi belajar adalah : memahami siswa sebagai pelajar, meliputi perkembangannya, tabiat, kemampuan, kecerdasan, motivasi, minat, fisik, pengalaman, kepribadian, dan lain-lain, memahami prinsip – prinsip dan teori pembelaaran, memilih memetode – metode pembelajaran dan pengajaran, menetapkan tujuan pembelajaran dan pengajaran, menciptaka situasi pembelajaran dan pengajaran yang kondusif, memilih dan menetapkan isi pengajaran, membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, memilih alat Bantu pembelajaran dan pengajaran, menilai hasil pembelajaran dan pengajaran, memahami dan mengembangkan kepribadian dasar profesi guru, dan membimbing perkembangan siswa.
DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta : LOGOS Wahana Ilmu. 1999
Tohirin. Psikologi PembelajaranPendidikan Agama Islam. Jakarta : PT. Raja Grafindo. 2005

Rabu, 23 Juni 2010

KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM

M.M. Syarif, sebagaimna dikutip oleh Zuhairini, menjelaskan bahwa gejala kemunduran pendidikan islam mulai tampak setelah abad ke-13 M. yang ditandai dengan terus melemahnya pemikiran islam sampai abad ke-18 M. secara kuantitas, pendidikan islam menunjukkan perkembangan yang baik. Madrasah sudah diperkenalkan dan didirikan di berbagai wilayah islam.
Kemunduran pendidikan islam pada masa ini, terletak pada merosotnya mutu pendidikan dan pengajaran dilembaga-lembaga pendidikan islam. Materi pelajarannya, seperti di jelaskan Zuhaiini sangat sederhana, materi yang diajarkan hanyalah maeri-materi dan ilmu keagamaan. Lembaga pendidikan islam tidak lagi mengajarkan pendidikan filosofis, termasuk ilmu pengetahuan. Keterpesonaan terhadap buah pikiran masa lampau, membuat islam merasa cukup dengan apa yang sudah ada. Mereka tidak mau berusaha lebih keras lagi untuk memunculkan gagasan-gagasan keagamaan yang cemerlang. Usaha yang mereka tempuh hanyalah sebatas pemberian syarah atau ta’liqah pada kritik-kritik ulama terdahulu yang bertujuan memudahkan pembaca untuk memahami kitab-kitab rujukan dengan menjelaskan kalimat-kalimat secara semantik.
Penyebab kemunduran dan kemacetan pemikiran islam, pada umumnya didasarkan pada system Madrasah. Padahal fenomena tersebut juga terjadi dilembaga-lambaga selainMadrasah. Madrasah-madrasah pada umumnya didirikan untuk mendalami fiqih diantara empat Mazhab, yang karenanya memberikan kesan seolah-olah pintu ijtihat telah ditutup. Maka dari itu, kaum intelektualenggan berijtihat untuk memecahkan problem-problem kemasyarakatan dan keagamaan yang menghimpit umat islam.
Karena demikianlah, pada umumnya orang memandang madrasah sebagai penyebab kemacetan pemikiran islam. Diantara sebab-sebab kemacetan pemikiran islam adalah lenyapnya berfikir metode rasional, yang pernah dikembangkan oleh Mu’tazilah. Pemikiran rasional Mu;tazilah telah menimbulkan peristiwa “mihnah” telah mengundang antipati umat islam bukan saja terhadap aliran Mu’tazilah, tetapi juga terhadap metode berfikir rasional. Antipati terhadap Mu’tazilah menyebabkan pengawasan yang ketat terhadap kurikulum. Jatuhnya paham Mu’tazilah mengangkat posisi kaum konservatif menjadi kuat.
Kondisi demikian diperburuk lagi oleh jatuhnya kerajaan Abbasiyah oleh serangan orang-orang tartar dan mongol pada masa pertengahan abad-13 M. ketika kota Baghdad sebagai pusat ilmu dan kebudayaan hancur sama sekali.kehancuran Abbasiyah membuka kesempatan bagi orang-orang Turki untuk naik ke panggung sejarah politik islam. Keturunan Hulagu mendirikan Kerajaan Turki didaerah-daerah yang mereka kuasai. Turki tersebut mengarahkan segenap perhatian mereka untuk kebesaran dan kejayaan politik. Mereka kurang begitu memperhatikan pemikiran dan ilmu pengetahuan. Kurangnya perhatian penguasa terhadap kehidupan intelektualisme menambah umat islam semakin tidak bergairah untuk melahirkan karya-karya intelektual sehingga ilmu pengetahuan islam mengalami stagnasi.
Kemunduran pendidikan terus mencekam masyarakat muslim, apalagi berkembangnya sikap hidup fatalisme dalam masyarakat. Keadaan frustasi menyebabkan orang islam hanya bergantung dan mengembalikan segala keuntungan dan penderitaan kepada tuhan. Seorang yang frustasi dan fatalis tidak lagi percaya kepada kemampuannya untuk maju. Mereka lari dari kenyataan dan hanya mendekatkan diri kepada tuhan. Dengan berzikir sebanyak-banyaknya dan berdoa mereka berharap semoga Allah menghapus penderitaan mereka dan mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai umat islam. Untuk itu, mereka masuk tarekat-tarekat sehingga tarekat sangat berpengaruh dalam kehidupan islam. Berfikir ilmiah dan naturalis (berdasarkan Sunnah Allah) tidak lagi diterapkan. Oleh karena itu, berkembanglah Tahayyul dan khurafat. Mereka percaya kepada kekuatan dan benda-benda keramat, sebagaimana yang telah digambarkan oleh Ahmad Amin mengutip dari Muhammad bin Abd al-Wahab:






…Para wali itu didatangi dan dijadikan tempat bernazar. Banyak orang islam yang percaya bahwa wali-wali itu mampu mendatangkan kebaikan dan bahaya. Kuburan-kuburan tidak terbilang jumlahnya, yang dibangun diseluruh daerah islam, orang-orang datang kesana, meminta berkah, merendahkan diri dihadapannya, dan meminta untuk mendapatkan kebaikan dan dijauhkan dari kesulitan. Disetiap negeri terdapat satu atau beberapa wali…

Sementara itu, eropa yang telah menemukan kebangkitan intelektual, mulai meninggalkan umat islam. Bangkitnya rasionalisme intelektual yang telah menuntun orang-orang Eropa menemukan sumber-sumber kekayaan diluar Eropa. Kekayaan yang melimpah membuat eropa semakin kuat baik dalam politik, ekonomi, bahkan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhirnya, timbul penetrasi barat terhadap umat islam. Semakin hari umat islam dibuat lemah oleh orang barat. Dikemudian hari, lahirlah upaya-upaya pembaharuan atau modernisasi dalam dunia islam. Namun, mereka tetap belum mampu mengejar ketinggalan mereka dari barat. Dan akhirnya malah terjadi kolonialisme di beberapa wilayah yang mayoritas penduduknya umat islam, misalnya Indonesia, Malaysia, dan Lebanon.